Pekon Bumi Arum – Umat Hindu di Pekon Bumi Arum melaksanakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ibadah dipusatkan di Pura Dharma Yoga, yang menjadi pusat spiritual umat Hindu di wilayah Pekon Bumi Arum.
Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu mengikuti upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan menetralisir unsur negatif. Prosesi ini dilaksanakan dengan berbagai rangkaian, mulai dari persembahyangan bersama, pemujaan kepada Sang Hyang Widhi, hingga persembahan berupa sesajen dan ogoh-ogoh.
Pada Hari Raya Nyepi, seluruh umat menjalankan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari:
Pura Dharma Yoga terlihat hening tanpa aktivitas fisik, mencerminkan suasana perenungan dan penyucian diri secara spiritual. Warga Hindu menjalani Nyepi dengan berada di dalam rumah, bermeditasi, dan memperbanyak sembahyang.
Usai Nyepi, umat Hindu kembali mendatangi pura untuk melaksanakan Ngembak Geni, sebagai wujud pembaharuan diri dan mempererat tali persaudaraan. Pada momen ini, umat saling memaafkan, menjalin silaturahmi, dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Tokoh umat Hindu di Pekon Bumi Arum menyampaikan harapannya agar semangat Nyepi tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk menjaga keharmonisan, kedamaian, serta mempererat hubungan antarumat beragama di lingkungan masyarakat.
Perayaan Hari Raya Nyepi di Pura Dharma Yoga Pekon Bumi Arum Berjalan Khidmat
Pekon Bumi Arum – Umat Hindu di Pekon Bumi Arum melaksanakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ibadah dipusatkan di Pura Dharma Yoga, yang menjadi pusat spiritual umat Hindu di wilayah tersebut.
Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu mengikuti upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan menetralisir unsur negatif. Prosesi ini dilaksanakan dengan berbagai rangkaian, mulai dari persembahyangan bersama, pemujaan kepada Sang Hyang Widhi, hingga persembahan berupa sesajen dan ogoh-ogoh.
Pada Hari Raya Nyepi, seluruh umat menjalankan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari:
Pura Dharma Yoga terlihat hening tanpa aktivitas fisik, mencerminkan suasana perenungan dan penyucian diri secara spiritual. Warga Hindu menjalani Nyepi dengan berada di dalam rumah, bermeditasi, dan memperbanyak sembahyang.
Usai Nyepi, umat Hindu kembali mendatangi pura untuk melaksanakan Ngembak Geni, sebagai wujud pembaharuan diri dan mempererat tali persaudaraan. Pada momen ini, umat saling memaafkan, menjalin silaturahmi, dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Tokoh umat Hindu di Pekon Bumi Arum menyampaikan harapannya agar semangat Nyepi tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga momentum untuk menjaga keharmonisan, kedamaian, serta mempererat hubungan antarumat beragama di lingkungan masyarakat.

Penerimaan PKN ( Praktek Kerja Nyata ) Mahasiswa P0LINELA Bandar Lampung
7

Pemberian Telor Dari Orang Tua Asuh Kepada Sasaran Genting ( Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Genting )
10

Pemberian Cinderamata dan Penyematan Wisuda KPM Graduasi
18

GOTONG ROYONG SELURUH MASYARAKAT PEKON BUMI ARUM
12

Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( MUSRENBANG ) Tingkat Pekon
9

Hari raya Galungan
8

Penerimaan PKN ( Praktek Kerja Nyata ) Mahasiswa P0LINELA Bandar Lampung
Berita
7

Pemberian Telor Dari Orang Tua Asuh Kepada Sasaran Genting ( Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Genting )
Berita
10

Pemberian Cinderamata dan Penyematan Wisuda KPM Graduasi
Berita
18

GOTONG ROYONG SELURUH MASYARAKAT PEKON BUMI ARUM
Berita
12

Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( MUSRENBANG ) Tingkat Pekon
Berita
9

Hari raya Galungan
Berita
8